Mencari Artikel

Kamis, 29 April 2010

Kisah Pribadi

Tiga tahun merasakan sekolah di kampung halaman orang tua, ternyata membawa dampak yang cukup berarti bagi kehidupanku dikemudian harinya. Yaa, aku menikahi adik kelas sewaktu SMA dulu. Waktu itu aku kelas tiga dan istriku kelas satu.
Awalnya sih biasa saja, malah tidak saling mengenal, hanya cukup tahu saja siapa dia, begitu juga dengan dirinya. Tapii, pada suatu hari, ketika saat-saat terakhir diriku berada di SMA, ketika hendak menghadapi ujian akhir nasional, aku sempat berucap dalam batinku "apa aku sama dia saja ya?" perkataan itu aku lontarkan dalam hati ketika pulang sekolah dan aku berjalan tepat dibelakangnya, tanpa dia mengetahiunya.
Mengapa aku bisa berucap seperti itu dalam hati, yaa mungkin karena selama tiga tahun sekolah di kampung aku belum pernah punya pacar, yaa meskipun ada yang suka pada diriku, tapi kurang sreg saja.
Ketika aku pulang berjalan kaki tepat dibelakangnya, aku menatap betis kakinya yang putih mulus, rambutnya yang panjang dan dikepang seperti kuda kepang hihihi. . . wajahnya ayu agak sendu-sendu gitu deh. Mungkin itu yang membuat diriku suka. Tapi sukaku hanay di dalam hati saja, tanpa ada tindakan, karena mengingat masa SMA-ku akan segera berakhir dan aku akan kembali ke Jakarta.
Takdir Allah yang Maha Berkehendak, aku dipertemukan kembali setelah lima tahun tidak bertemu. Aku bertemu dengan dirinya ketika pulang kampung pada saat lebaran di tahun 2004. Sebenarnya pertemuan itu sudah aku rencanakan, karena malam sebelum beberapa hari lebaran aku sempat menelponnya dari Jakarta. Mungkin karena sudah terlalu malam, jadinya yang menerima telpon ibunya, sedangkan dia sudah tidur.
Pertemuan pertama diriku Jaim banget, justru yang paling banyak ngobrol dengannya adalah temanku. Tapi aku sempat meminta nomor hp-nya hee. . he. . . Dan dalam jangka waktu kurang lebih tiga bulan diriku intens menelpon, sms, maupun pulang kampung untuk melakukan PDKT, meski pada saat itu diriku sudah sibuk bekerja.
Yaa dasar jodoh, lima tahun tak bertemupun dirapel dalam tiga bulan PDKT dan akhirnya jadian dan kebetulan lagi dia diterima bekerja di Jakarta. Nahh pada tahun 2006 ketika aku sudah ngebet untuk menikah, aku memberanikan diriku untuk bilang ke orang tuaku untuk minta dilamarkan, parahnya waktu itu aku lagi jobless. Tapi aku yakin pada Allah Azza Wa Jalla dengan niat baik untuk menikah dan dengan diiring doa dan usaha akhirnya aku lulus CPNS di Depkumham dan bulan Agustus 2007, aku resmi menikahinya. Bahagianya aku. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar