



Foto ini adalah salah satu hal mengapa banyak warga di Jepang yang kurang begitu suka dengan yang namanya menikah. Bagi mereka menikah tidak perlu terlalu terburu-buru, itulah mengapa banyak diantara mereka yang menikah di atas umur 30 tahun. Bahkan kehamilan di Jepang pun merupakan peristiwa yang langka.
Salah satunya lagi penyebab banyak yang telat menikah adalah banyak kaum wanita karier di Jepang yang lebih suka menghabiskan waktu di pub-pub,klub-klub khusus wanita dan bar bersama teman-teman wanita mereka untuk menghabiskan waktu.
Bahkan menurut sumber tertentu yang pernah saya baca, ternyata pria Indonesia lebih bernilai dibandingkan dengan pria Jepang itu sendiri. Yaa salah satu contohnya banyaknya turis wanita asal Jepang yang datang ke Bali hanya untuk bersenang-senang dengan pria lokal. Karena bagi mereka pria Indonesia lebih menghargai wanita. Karena di Jepang ketika menikah, si wanita lah yang mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, sedang yang pria hanya mencari nafkah. Seperti ketika hendak jalan-jalan, yang menyiapkan semua keperluan adalah si wanita, yang memasukkan barang-barang ke mobil ya si wanitanya, sedang si pria tinggal masuk ke mobil dan menyetir. Bahkan ketika anak mereka menangispun yang mengurusi wanita.
Makanya pernah ada beberapa wanita Jepang yang terkaget-kaget ketika berkunjung ke rumah sahabat mereka yang orang Indonesia. Mereka kagum dengan pria Indonesia yang mau bersusah payah membantu mengurusi masalah rumah tangga, seperti memasak, cuci piring dan lain sebagainya.
Tapi menurut saya bagi pria Indonesia sebaiknya jangan menikah dengan wanita Jepang, kalo cuma berpacaran atau berhubungan dekat bolehlah. Karena si wanita Jepang biasanya akan melakukan apapun untuk si pria, dari mentraktir, membelikan ini itu bahkan masalah ranjang. Tapiii. . . kalo sudah menikah, bila si pria kurang mampu dengan yang namanya masalah ekonomi, maka siap-siap saja mendengar ocehan si wanita yang sangat pedas bahkan si pria bisa ditendangnya seperti bola. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar